TANTANGAN BUDAYA LOKAL DI INDONESIA

Authors

M. Ikhsan Tanggok
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Synopsis

Sejalan dengan perkembangan zaman dan maraknya penggunaan teknologi modern di kalangan generasi milenial, kecenderungan mereka untuk menggalakan dan menjaga kelestarian budaya lokal juga semakin berkurang. Akibatnya budaya lokal yang menjadi acuan hidup bagi para nenek moyang mereka selama beratus tahun semakin hari semakin kurang diminati dan cenderung menghilang dalam kehidupan masyarakat. Jika pemerintah daerah dan pemerintah pusat tidak berusaha melestarikan budaya lokal di Indonesia, maka budaya lokal yang berasal dari berbagai sukubangsa di Indonesia semakin menghilang.

Buku ini menggambarkan kondisi beberapa kebudayaan lokal yang ada di beberapa daerah di Indonesia yang cenderung punah akibat masuknya budaya-budaya dari luar yang masuk ke seluruh Indonesia. Buku ini tidak memuat semua kebudayaan lokal dari seluruh provinsi di Indonesia, namun hanya beberapa provinsi saja yang digambarkan dan merupakan perwakilan dari daerah-daerah lain. Dengan menggambarkan hanya beberapa kebudayaan lokal di beberapa provinsi di Indonesia, para pembaca dapat memahami dan memprediksi secara keseluruhan kondisi budaya lokal di Indonesia. Meskipun kita belum bisa memahami secara keseluruhan kondisi budaya lokal Indonesia, paling tidak—dengan membaca buku ini kita sudah bisa memahami sebagian budaya lokal tersebut dan juga mengetahui kondisinya.

 

Order now

Order via Whatsapp

 

Author Biography

Ikhsan Tanggok, adalah staf pengajar di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau mengajar di UIN Syarif Hidayatullah sejak 1994 hingga sekarang. Dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Antropologi Agama sejak 2007. ikhsan.tanggok@uinjkat.ac.id

 

References

Dewan Analis Strategis (2017), Ketahanan Budaya Indonesia 2018-2030, Jakarta: DAS-BIN.

Firmansyah, Henny Sanulita, Diecky K., Kesenian “Otar-Otar Di Dusun Kota Lama Kecamatan Galing Kabupaten Sambas,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, Vol 4, No 11 (2015), ISSN: 2715-2753 (Online).

Graham, Sharyn (2002). "Sex, Gender, and Priests in South Sulawesi, Indonesia" (PDF). The Newsletter. No. 29. International Institute for Asian Studies. hlm. 27. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-10-23. 

Maicih. 24 November 2016. 9 Macam Kesenian Tradisional Khas Sunda. Maicih.com – https://bit.ly/3dzPKZG

Pelras, C. 2006. "Manusia Bugis". Penerjemah: Abdul Rahman Abu, Hasriadi, Nurhady Sirimorok; penyunting terjemahan, Nirwan Ahmad Arsuka, Ade Pristie Wahyo, J.B.Kristanto ; pengantar, Nirwan Ahmad Arsuka. Penerbit Nalar bekerjasama dengan Forum Jakarta-Paris, École Française d'Extrême-Orient. ISBN: 979993950X

Reza Ferdian. 26 Juli 2018. 4 Kesenian Sunda yang Hampir Punah Dimakan Kemajuan Zaman. Doripos.com – https://bit.ly/2LjpLJS

Tanggok, M. Ikhsan (2017). Agama dan Kebudayaan Orang Hakka di Singkawang, Jakarta: Penerbit Kompas-Gramedia. 

Titiek Suliyati (2018). "Bissu: Keistimewaan Gender dalam Tradisi Bugis". Endogami:Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi. 2 (1): 56-57. ISSN 2599-1078. 

Yusran (2018). "Bissu" Bukan Waria (Studi Atas Hadis-Hadis Tentang Khuntsa)". Sosio Religius. 3 (1): 68. ISSN 2476-8847. 

http://bojongsari-culamega.sideka.id/2018/11/01/kelebihan-membajak-sawah-dengan-hewan-kerbau-atau-sapi-dijadikan-petani-padi-desa-bojongsari-sebagai-cara-melestarikan-kebudayaan/ diunduh, 20-11-2021

https://kbr.id/05 2021/sejumlah_bahasa_daerah_di_papua_terancam_punah/105383.html, diakses 28 November 2021

https://www.kompasiana.com/zulfaisalputera/54f6d4dba333114c5c8b4b5d/dewan-keseniman, diunduh 1 Desember 2021.

jubi.co.id -LINK Sumber- https://jubi.co.id/pemerintah-provinsi-papua-diminta-hidupkan-dewan-kesenian-papua/. Diunduh 1 Desember 2021.

https://teraspapua.com/2021/07/17/serahkan-dana-operasional-kepada-dewan-kesenian-wali-kota-pesan-lestarikan-budaya-tabi/. Diunduh 1 Desember 2021

https://www.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-01335712/40-kesenian-tradisional-di-jawa-barat-punah-80-lainnya-di-ambang-kepunahan?page=2, Diunduh 5 Desember 2021

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5592675/angklung-berasal-dari-jawa-barat-ini-sejarah-dan-jenis-jenisnya. Diunduh 7 Desember 2021.

https://uun-halimah.blogspot.com/2008/09/sisingaan-kesenian-tradisional.html, diunduh 16 Desember 2021

https://www.merdeka.com/jabar/mengenal-sisingaan-kesenian-daerah-subang-yang-terinspirasi-dari-konsep-perlawanan.html, diunduh 16 Desember 2021

https://ketik.unpad.ac.id/posts/1192/kuda-renggong-seni-atraksi-asli-sumedang, diunduh 23 Desember 2021

https://id.wikipedia.org/wiki/Kuda_Renggong, diunduh 23 December 2021.

https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_golek, diunduh 24 Desember 2021

https://www.plimbi.com/article/175602/budaya-bugis-yang-kini-terancam-punah-, diunduh 26 Desember 2021.

https://www.misterpangalayo.com/2016/02/otar-otar-budaya-lokal-yang-terancam.htmlhttps://www.misterpangalayo.com/2016/02/otar-otar-budaya-lokal-yang-terancam.html, 25 Desember 2021.

Published

December 16, 2022