Buku Ajar : PENILAIAN RISIKO BENCANA BERBASIS MASYARAKAT : SERI : BENCANA BANJIR

Authors

Rahmat Aris Pratomo
Kalimantan Institute of Technology

Synopsis

Banjir merupakan bencana kedua yang sering terjadi di Indonesia. Sebagian besar kawasan perkotaan di Indonesia rentan terhadap banjir. Akibatnya, keberlangsungan kehidupan perkotaan terancam. Oleh karena itu, dalam rangka untuk mengurangi dampak risiko bencana banjir, pembangunan dan pengembangan kawasan perkotaan harus bersinergi dengan rencana kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan dapat merespon bencana yang terjadi.

Buku ajar edisi pertama ini diharapkan mampu mendukung proses perkuliahan dengan selain menyediakan konsep sederhana mengenai definisi banjir, namun juga menjelaskan tahapan penilaian risiko bencana banjir dengan mengedepankan konsep Problem Based Learning. Model pembelajaran ini berbasis pada masalah nyata yang dapat melatih dan meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk dapat berpikir kreatif, analitis, sistematis, dan logis untuk menemukan alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris. Sehingga diharapkan penilaian yang dilakukan lebih applicable terhadap lokasi kajian.

 

Order now

Order via Whatsapp

 

Author Biography

Ir. Rahmat Aris Pratomo, S.T., M.T., M.Sc., IPM. Penulis menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya, Malang, tahun 2009. Kemudian, mengenyam pendidikan magister (S2) sebanyak dua kali, yaitu pada Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Semarang, lusus tahun 2013, dan Geo-Information Science and Earth Observation with specialization in Natural Hazard and Disaster Risk Management, ITC - University of Twente (lulus tahun 2015).

Saat ini penulis merupakan dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan. Selain menjadi dosen, beliau juga telah berkecimpung dalam dunia perencanaan wilayah dan Kota dan kebencanaan baik dalam level internasional maupun skala nasional lebih dari 10 tahun.

 

References

Benson, Charlotte & John Twigg. 2007. Perangkat untuk Mengarusutamakan Pengurangan Risiko Bencana: Catatan Panduan bagi Lembaga-Lembaga yang Bergerak dalam Bidang Pembangunan. Geneva: ProVention Consortium Secretariat.

Dhar, O.N. & Nandargi, S. (2003). Hydrometeorological aspects of floods in India. (M. Q. IN MIRZA, Penyunt). Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.

Duch, B., Groh, S. E., and Allen, D. E. (eds.). 2001. The Power of Problem-Based Learning: A Practical “How-to” for Teaching Undergraduate Courses in Any Discipline. Sterling, Va: Stylus.

Gunadi, Sunarto., Junun Sartohadi, Danang Sri Hadmoko, Hary Christadi Hardiatmo dan Sri Rum Giyarsih. 2004. Tingkat Bahaya Banjir di Kecamatan Samigaluh dan Daerah Sekitarnya, Kabupaten Kulonprogo, Propinsi DIY. Kongres MKTI ke V dan Seminar Nasional degradasi hutan dan lahan. UGM. Yogyakarta.

Hadi, Arifin Muhammad. 2007. Kesiapsiagaan Bencana berbasis Masyarakat: Strategi dan Pendekatan. Jakarta: PMI Pusat.

Ibrahim, M, dan Nur, M. 2000. Pengajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Imamsari, Fajar Susi, Rini Triasturi, dan Wijiyanti. 2017. Partisipasi Masyarakat dalam Pengaggulangan Banjir dalam Perspektif Pendidikan. Educitizen, Vol. 2, No. 1, Mei 2007.

Kodoatie, R.J. dan Sugiyanto, 2002. Banjir: Beberapa Penyebab dan Metode Pengendaliannya dalam Perspektif Lingkungan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mandych, A. 2009. Classification of floods. Natural Disasters, II. Diambil kembali dari Retreived from http://www.eolss.net/sample-chapters/c01/E4-06-02-05.pdf.

Mukherjee, A. (ed). 1995. Participatory rural appraisal methods and application in rural planning. New Delhi. Vishal Printers.

 Oxfam. 2012. Analisa Kerentanan dan Kapasitas Partisipatif. Jakarta: Oxfam.

Penning-Rowsell, E., 2003. Flood Hazard Response in Argentina. Geographical Review. 86 (1), pp. 72-90

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 03 Tahun 2012 tentang Panduan Penilaian Kapasitas Daerah Dalam Penanggulangan Bencana.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pendoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.

Purwanto, Sigit. 2009. Panduan Pengkajian Resiko Bencana Partisipatif. Jakarta.

Shoimin, Aris. 2014. Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.

Soemantri, Lili. 2008. Pemanfaatan Teknik Penginderaan Jauh untuk Mengidentifikasi Kerentanan dan Resiko Banjir. Jurnal Gea, Jurusan Pendidikan Geografi, Vol. 8, No. 2, Oktober 2008.

Sudibyakto dan Priadmodjo, A. 2016. Manajemen Resiko Bencana pada Kawasan Cagar Budaya Gunung Padang, Ciamis, Kawa Barat. Jurnal Riset Kebencanaan Indonesia, II (1), 50-58.

Undang-Undang No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

United Nation. 2009. UNISDR Terminology of Disaster Risk Reduction. United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR). Geneva. Switzerland.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). 2004. Living with risk: a global review of disaster reduction initiatives.

USAID dan Institut Teknologi Bandung. 2015. Banjir dan Penanggulangannya. Bandung: PROMISE Indonesia.

Williams, B. A. 2001. Introductory Physics: A Problem-Based Model.” In B. J. Duch, S. E. Groh, and D. E. Allen (eds.), The Power of Problem-Based Learning (pp. 251–269). Sterling, Va.: Stylus.

Wisner, B., Blaikie, P, Cannon, T, dan Davis. 2004.  At Risk: Natural Hazards, People’s Vulnerability and Disasters. London:  Routledge.

Wood, E. J. 1994. The Problems of Problem-Based Learning. Biochemical Education, 1994, 22, 78–82.

Yayasan IDEP. 2007. Panduan Umum Penanggulangan Bencana berbasis Masyarakat. Bali: Yayasan IDEP.

 

Published

December 7, 2022